7 Gerakan Pemanasan Sebelum Lari & Pendinginan Anti Cedera
Jangan langsung lari! Simak 7 gerakan pemanasan sebelum lari (dynamic warm-up) dan pendinginan wajib agar otot siap dan bebas cedera.

Gerakan Pemanasan Dinamis dan Pendinginan Wajib Sebelum & Sesudah Lari
Melewatkan sesi pemanasan sebelum lari adalah salah satu pemicu utama kram betis, ketegangan hamstring, dan nyeri tulang kering (Halodoc). Namun perlu diingat: sebelum berlari, kamu harus melakukan peregangan dinamis (dynamic warm-up), sedangkan peregangan statis (static stretching) dilakukan saat pendinginan (cool-down) setelah selesai berlari.
5 Gerakan Pemanasan Dinamis Sebelum Lari (5–7 Menit)
Pemanasan dinamis bertujuan menaikkan suhu otot, melumasi sendi, dan mengaktifkan sistem saraf:
- Leg Swings (Ayunan Kaki): Berpegangan pada tiang atau pohon, ayunkan satu kaki ke depan-belakang dan menyilang sebanyak 10–15 kali per sisi untuk membuka sendi panggul.
- Walking Lunges: Melangkah panjang ke depan lalu tekuk kedua lutut 90 derajat sebanyak 10 langkah untuk mengaktifkan otot paha depan (quadriceps) dan bokong (glutes).
- High Knees: Lari di tempat sambil mengangkat lutut setinggi pinggang selama 20 detik.
- Butt Kicks: Lari pelan sambil mengayunkan tumit menyentuh bokong untuk memanaskan otot hamstring.
- Ankle Bounce / Calf Raises: Lompat kecil bertumpu pada ujung kaki untuk mengaktifkan tendon Achilles dan otot betis.
Gerakan Pendinginan Statis Setelah Lari (5 Menit)
Setelah finis, jangan langsung duduk! Jalan santai 3 menit hingga detak jantung turun, lalu tahan gerakan peregangan statis berikut masing-masing 20–30 detik:
- Standing Quad Stretch: Tarik pergelangan kaki ke arah bokong sambil berdiri tegak.
- Wall Calf Stretch: Dorong dinding dengan satu kaki lurus di belakang hingga otot betis terasa tertarik nyaman.
Ikuti sesi pemanasan bareng yang dipandu langsung sebelum mabar bersama Lebak Runners! Info jadwal lengkap ada di lebakrunners.id.


